Di Indonesia Ada 7 Kelompok Pembenci Presiden Jokowi...Di Manakah Anda




0 komentar:

Asian Games Jadi Lagu Kampanye Pak Jokowi


0 komentar:

Panorama Perjalanan Singkat Ke Danau Toba


0 komentar:

TKN: Mbah Moen Tak Mungkin Dukung Prabowo di Samping Jokowi

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menjelaskan soal polemik potongan video Kiai Maimoen Zubair sedang mendoakan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Menurut Karding, kiai sekelas Maimoen atau karib disapa Mbah Moen, tak akan memberi dukungan kepada Prabowo di saat duduk berdampingan dengan Presiden Joko Widodo.

"Saya kira logikanya orang sekaliber Mbah Maimoen tak akan mungkin memberikan dukungan langsung ke Pak Prabowo di samping Pak Jokowi. Jadi saya kira nalar kita, kita pakai," kata Karding melalui pesan suara, Sabtu (2/2).


Karding menerangkan dalam acara itu, Mbah Moen sengaja mengundang Jokowi ke Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah dalam acara zikir bersama. Acara itu disebut dihadiri kiai se-Jawa Tengah dan alumni pondok pesantren tersebut.

"Dan sesungguhnya beliau [Mbah Moen] ingin mengatakan bahwa secara simbolik, saya Mbah Maimoen mendukung Pak Jokowi dua periode," ujarnya.

Lantas, terhadap potongan video doa Mbah Moen yang beredar, Karding menilai itu sebagai bentuk penggiringan opini yang memalukan.

"Bahwa ada doa yang beredar menyebut Pak Prabowo bisa jadi itu framing, yang menurut saya framing terlalu berlebihan dan malu-maluin," ujarnya.

Terlebih, lanjut dia, Mbah Moen serta Pondok Pesantren Al Anwar telah menyampaikan klarifikasi dan tabayun atas doa tersebut, termasuk soal dukungan kepada Jokowi.

Karenanya, Karding meminta agar kubu pasangan calon nomor urut 02 berkampanye dengan hal yang lebih substantif dan tidak mengangkat isu yang remeh temeh.

"Sehingga untuk menang, tidak perlu dengan cara-cara ini lah, menang aja dengan kerja, prestasi, kampanye lebih baik lagi. Jangan yang remeh temeh, yang berselancar di atas hal-hal yang tak penting," kata dia.

Di media sosial, video rekaman doa Mbah Moen telah banyak beredar dengan beragam versi dan durasi. Dalam versi video yang lebih panjang, Mbah Moen terlihat dihampiri oleh Ketua Umum PPP Romarhumuziy usai memanjatkan doa.

Tak lama setelah keduanya berbincang Mbah Moen kemudian mengklarifikasi doanya yang menyebut nama Prabowo.

"Jadi kalau saya luput (salah) sudah tua, saya umur 90 lebih," tutur Mbah Moen.

"Jadi dengan ini saya pribadi, siapa yang ada di samping saya, enggak ada kecuali Pak Jokowi," Mbah Moen menambahkan.

Presiden Jokowi yang duduk di samping Mbah Moen terlihat mengangguk mendengar klarifikasi itu. (swo/wis)

Source : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190202153920-32-365976/tkn-mbah-moen-tak-mungkin-dukung-prabowo-di-samping-jokowi

0 komentar:

Ngabalin Sebut Andi Arief Stres soal 'Indonesia Barokah'


Jakarta, CNN Indonesia -- Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menganggap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sudah gila dan stres menuding dirinya otak di balik Tabloid Indonesia Barokah.

"Kalau dia stres atau sakit bahkan kalau sudah gila jangan bikin orang lain stres, sakit dan gila. Saya masih sangat waras," kata Ngabalin saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (28/1).

Ngabalin membantah tudingan Andi terkait kemunculan 'Indonesia Barokah'. Dia meminta Andi menunjukkan bukti-bukti soal keterlibatan dirinya maupun Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan anggota PSI berperan dalam peredaran tabloid tersebut.


"Suruh saja dia buktikan fakta-faktanya. Masa materi-materi sampah gitu dipakai mengotori ruang publik, kalau bukan gila pasti sudah stres," ujarnya.

Ngabalin menantang Andi melaporkan dirinya ke pihak kepolisian bila memiliki bukti keterlibatan dalam penerbitan 'Indonesia Barokah'. Menurut politikus Partai Golkar itu, Andi sedang mempengaruhi publik dengan kebohongan.

"Apa buktinya saya dituduh dan atau teman-teman lainnya. Kalau dia pegang bukti-bukti sekalian aja laporkan ke polisi," kata dia.


Terpisah, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta semua pihak untuk tidak saling menuding terkait kemunculan 'Indonesia Barokah'. Moeldoko sekaligus membantah bahwa anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ada di belakang tabloid tersebut.

"Saya pikir jangan saling tuduh. Kita sudah mendekati hari pemilihan. Saya pikir kita jangan menciptakan situasi yang saling tuduh menuduh," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sebelumnya, Andi Arief menyebut kemungkinan ada tiga dalang penerbitan dan peredaran Tabloid Indonesia Barokah di berbagai wilayah Indonesia. Tiga pihak itu berasal dari Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Hanya ada tiga kemungkinan politik otak politik culas menghalalkan segala cara di kubu TKN Jokowi termasuk Indonesia Barokah: Hasto [Kristiyanto] Sekjen PDIP, Ali Ngabalin, Anak muda PSI," tutur Andi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/1).

Meski demikian, Andi tidak menyebut ketiganya telah menerbitkan dan mengedarkan Indonesia Barokah.

(fra/DAL)

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190128172823-32-364511/ngabalin-sebut-andi-arief-stres-soal-indonesia-barokah

0 komentar:

PPP Klarifikasi Doa Mbah Moen soal Prabowo Presiden

Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengklarifikasi potongan video yang merekam kiai Maimoen Zubair dalam satu acara bersama Presiden Jokowi, mendoakan Prabowo Subianto. Mbah Moen, sapaan Maimoen, adalah ulama terpandang sekaligus menjabat Ketua Majelis Syariah PPP.

Dalam video itu terekam Mbah Moen sedang berdoa dalam acara zikir bersama di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2) lalu. Presiden Jokowi hadir dan duduk di samping Mbah Moen.

Saat sesi doa itu rekaman video memperlihatkan Mbah Moen berdoa dengan menyebut nama Prabowo. Arti doa itu diduga mendoakan Prabowo Subianto jadi Presiden.


Wakil Ketua PPP Arwani Thomafi yang mengaku hadir dalam acara itu mengatakan apa yang terjadi di sana harus dilihat sesuai konteksnya.

Kata Arwani, di media sosial saat ini telah beredar dua video rekaman acara itu.

Video pertama disebutnya telah di-framing atau diarahkan. Sementara video kedua disebut bahwa Mbah Moen telah menegaskan doanya ditujukan kepada Pak Jokowi.

"Hadza (ini) Pak Prabowo La (bukan) Pak Prabowo, Innama (tidak lain dan tidak bukan) Pak Jokowi, Joko Widodo," kata Arwani mengutip klarifikasi Mbah Moen soal doa itu.

"Ini menjadi jelas, bahwa doa yang tadi itu yang isinya mendoakan agar jadi presiden kedua kali itu untuk Jokowi bahkan ditegaskan dua kali dengan menyebut Jokowi dan Joko Widodo," kata Arwani melanjutkan.

Arwani, merujuk pada video yang dinilai telah diarahkan, mengatakan bahwa kebiasaan mencomot dan mengarahkan video sesuai kehendak dan selera politik adalah tindakan yang di luar etika.

"Sebaiknya, kebiasaan tersebut dihentikan karena jauh dari tata krama berpolitik yang sejuk," kata dia.

Di media sosial, video rekaman doa Mbah Moen memang telah banyak beredar dengan beragam versi dan durasi. Dalam versi video yang lebih panjang, Mbah Moen terlihat dihampiri oleh Ketua PPP Romarhumuziy usai memanjatkan doa.

Tak lama setelah keduanya berbincang Mbah Moen kemudian mengklarifikasi doanya yang menyebut nama Prabowo.

"Jadi kalau saya luput (salah) sudah tua, saya umur 90 lebih," tutur Mbah Moen.

"Jadi dengan ini saya pribadi, siapa yang ada di samping saya, enggak ada kecuali Pak Jokowi," Mbah Moen menambahkan.

Presiden Jokowi yang duduk di samping Mbah Moen terlihat mengangguk mendengar klarifikasi itu. (wis)

Source : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190202122148-32-365948/ppp-klarifikasi-doa-mbah-moen-soal-prabowo-presiden


0 komentar:

Rumput Ajaib PEMANJANG UMUR...Bagikan teman !


0 komentar:

Coba tebak...Isinya apa bungkusan plastik ini...bagikan ke teman Anda


0 komentar:

Popular Post

Contact

Powered by Kristian Thomas.