Hariman Besar Ditangkap Warga...bagikan teman2 !!


Setelah melihat peristiwa di atas,...maka Jangan Lupa COBLOSSS KAMI :

0 komentar:

BAGIKAN KE TEMAN ANDA...KEJADIAN LANGKA !!


Setelah melihat keanehan di atas,...maka Jangan Lupa COBLOSSS KAMI :

0 komentar:

Kalau Ogah Pilih Jokowi Jangan Dibolehkan Masuk Rumah


SEMARANG - Para juru parkir di Kota Semarang, Jawa Tengah mendeklarasikan dukungan untuk duet Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (Jokowi - Ma’ruf). Dengan mengatasnamakan Keluarga Besar Juru Parkir Kota Semarang, mereka mendeklarasikan dukungan di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, Rabu (30/1).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga turut hadir pada deklarasi itu. Kepala daerah yang lebih akrab disapa dengan panggilan Hendi itu merupakan ketua DPC PDIP Kota Semarang.

Hendi menyatakan, pihaknya menargetkan perolehan suara Jokowi - Ma’ruf pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Semarang mencapai 75 persen. “Gampangannya kalau pemilihnya sejuta, harus mendapat 750 ribu," kata Hendi di hadapan sekitar 1.500 peserta deklarasi.

Menurutnya, untuk mencapai target itu bukan pekerjaan mudah. Karena itu harus ada upaya dari berbagai pihak termasuk para tukang parkir.

"Kalau 1.500 orang di sini nyoblos, belum tentu menang Pak Jokowi. Sehingga pastikan keluarga nyoblos 01. Bojone, pacare, anake, mantune ojo entuk mlebu omah nek ora milih (jangan diperbolehkan masuk rumah jika tidak memilih, red) Pak Jokowi,” ujar Hendi.

Sambutan Hendi tak berhenti di situ. Dia meneruskannya dengan berpesan kepada juru parkir yang punya pacar.

“Nek (kalau) pacare (tidak milih Jokowi), putus wae. Tapi nek bojone dewe, yo ojo. Dikandani apik-apik (kalau suami/istri ya jangan dicerai, dinasihati baik, baik, red). Setelah keluarga klir, baru tetangga dirembuki," katanya berpesan.

Selain itu, Hendi juga membeber alasan tentang mengapa Jokowi harus menjadi presiden lagi. Menurutnya, kinerja Jokowi di bidang infrastruktur sudah terbukti, bahkan para tukang parkir di Semarang pun ikut menikmati manfaatnya.

Hendi menjelaskan, jalan tol Jakarta - Surabaya yang sudah tersambung membuat jarak tempuh lebih singkat. Semarang pun ikut memperoleh manfaatnya karena saat liburan dibanjiri wisatawan dari luar daerah.

“Liburan Natal yang lalu, pelat nomor luar kota kebak (penuh) di jalanan Kota Semarang. Dari Jakarta, Kendal, Madiun dan lain-lain. Karena mereka mau mencoba jalan tol. Ini menambah pemasukan para juru parkir. Ini korelasi pembangunan jalan tol dan kesejahteraan juru parkir," beber Hendi yang mengaku cuti demi menghadiri acara itu.(jpc/jpg)

Source : https://www.jpnn.com/news/kalau-ogah-pilih-jokowi-jangan-dibolehkan-masuk-rumah?page=2


0 komentar:

Teka-teki Pria Berlumpur Pemicu Tuduhan 'Sandiwara Uno II'


Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno kembali dituding bersandiwara. Tudingan sandiwara jilid II ini berawal dari foto Sandiaga bersama seorang pria yang menjadi korban banjir.

Cerita di balik foto itu kini masih menjadi teka-teki. Sebab, dari foto yang beredar, bagian depan tubuh pria itu tampak dipenuhi lumpur kecoklatan. Namun, di foto lainnya, bagian belakang tubuh pria itu bersih. Hingga kemudian muncul tagar #KembaliSandiwaraUno.


Tak hanya dari warganet, tudingan Sandiwara juga datang dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto mengungkapkan, berdasarkan laporan yang dia terima, peristiwa itu hanyalah sandiwara semata.

"Dari laporan yang kami terima, yang di Makassar itu adalah Sandiwara Uno jilid II," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Gedung Redme Official Store PDIP, Jalan HOS Cokroaminoto No 113, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Tudingan sandiwara jilid II itu kemudian dengan tegas dibantah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, menegaskan apa yang terjadi saat itu bukanlah sebuah sandiwara.

Andre menegaskan pihaknya tak pernah memberi arahan pada warga. Lagi pula, saat peristiwa itu terjadi, banyak orang yang menyaksikan pertemuan mantan Wagub DKI Jakarta itu dengan sang korban banjir.

"Bang Sandi itu bukan pemain sinetron. Beliau tidak suka mendramatisir keadaan. Memang di situ yang banjir itu kan orang ramai. Wartawan banyak, orang ramai di situ. Lalu apa yang didramatisir. Semua orang juga mendengar," kata Andre.


Andre juga menilai wajar jika hanya bagian depan tubuh sang pria korban banjir saja yang dipenuhi lumpur. Menurutnya pasti ada alasan mengapa tubuh bagian belakangnya tak terkena lumpur.

"Kalau punggung bersih kan nggak ada masalah, yang jelas dadanya kotor kalau saya lihat dari foto. Pinggang dan punggung belakangnya juga kotor, hanya yang atas aja yang bersih. Kan kita nggak tahu orang itu kenapa kotornya hanya di depan. Kan bisa aja dia membersihkan sesuatu, merayap sehingga punggungnya nggak kena," tutur Andre.

"(Jadi) Bang Sandi itu tidak bermain sandiwara, baik yang pertama maupun yang kedua," imbuhnya.

Apa sebetulnya yang membuat pria dengan badan depan berlumpur dan badan belakang 'bersih' itu belum diketahui dan masih menjadi teka-teki. Yang jelas, Andre menegaskan Sandiaga bukanlah orang yang suka bermain sandiwara atau kebohongan.

(mae/aik)

Source : https://news.detik.com/berita/d-4406520/teka-teki-pria-berlumpur-pemicu-tuduhan-sandiwara-uno-ii




0 komentar:

PSI Diduga Otak Indonesia Barokah, Grace Natalie: Saya Bisa Tuntut Andi Arief

Foto: Grace Natalie. (Eko Sudjarwo/detikcom).

Malang - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie geram mendengar tudingan Andi Arief bahwa PSI menjadi salah satu pihak yang kemungkinan otak dari Tabloid Indonesia Barokah. Grace menegaskan siap menuntut Wasekjen Partai Demokrat (PD) itu.

"Mungkin Mas Andi Arief lagi habis ngimpi atau dapat wangsit. Itu dari mana asal menunjuk, saya bisa menuntut Mas Andi Arief bila melakukan tuduhan palsu tak berdasar," ucap Grace di Kota Malang, Senin (28/1/2019).

Grace mengingatkan agar Andi Arief tak asal berbohong dan gampang menuduh pihak lain tanpa dasar. Ia menegaskan, PSI tak terlibat dalam penyebaran tabloid yang isinya menyudutkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut.


"Jangan kebiasaan ngomong berbohong dan menuduh tanpa dasar. PSI kalau punya budget sebesar itu, mending buat nyetak atribut kampanye. Coba lihat, untuk atribut kampanye kami masih berjuang sampai hari ini," ucap Grace.

Ia lalu berbicara kemungkinan sebaliknya. Grace menyoroti soal pembuat 'Indonesia Barokah' yang tak berani terbuka dan memakai alamat kantor redaksi palsu.

"Kami tidak punya kebiasaan seperti itu, yang kami produksi adalah hal-hal yang memang kita laksanakan. Pakai alamat palsu, nama palsu, terus nyebar, itu bukan gaya PSI. Mungkin itu gaya Demokrat, atau gaya Andi Arief?" ucapnya.

Grace meminta Andi Arief untuk bisa menjaga perkataannya. Di usianya melebihi anak-anak muda PSI, mestinya lebih bijaksana.

"Seharusnya lebih bijaksana. Nggak tahu itu dasarnya dari mana, kita akan proses, saya cek. Karena saya baru dengar dari kalian (wartawan), jangan adu domba lho. Ini serius saya akan cek, jika itu (tuduhan) palsu akan saya tuntut Mas Andi Arief," tegas Grace.

Soal tabloid Indonesia Barokah, Grace mengaku sampai hari ini belum pernah memegang fisiknya secara langsung. Dia hanya mengetahui melalui pemberitaan di media massa.

"Kita belum tahu, karena belum pernah lihat langsung. Tetapi PSI terus mengikuti prosesnya. Sekarang tengah dibawa ke Dewan Pers untuk dikaji apakah ini produk pers atau bukan. Jika nanti diputuskan bukan, maka bisa dibawa ke kepolisian, siapa yang mencetak, siapa yang menyebarkan biar diselidiki," tutur Grace.

Seperti diberitakan, Andi Arief bicara soal kemungkinan politik otak di balik Tabloid Indonesia Barokah. Andi menyebut nama-nama dari kubu capres petahana Joko Widodo.

"Hanya ada tiga kemungkinan politik otak politik culas menghalakan segala cara di kubu TKN Jokowi termasuk Indonesia Barokah," ujar Andi Arief kepada wartawan, Senin (28/1).

"Hasto Sekjen PDIP, Ali Ngabalin, anak muda PSI. Mudah-mudahan saya keliru," lanjutnya.
(elz/elz)

Source : https://news.detik.com/berita/d-4404316/psi-diduga-otak-indonesia-barokah-grace-natalie-saya-bisa-tuntut-andi-arief


0 komentar:

Mau PSSI Berprestasi? Tinggalkan Kebohongan dan Korupsi


Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut baik mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI. Tidak mungkin mengharapkan prestasi sepakbola dari manajemen organisasj PSSI dan perilaku korup dalam pengaturan skor. Yang terpenting adalah juga kesejahteraan pemain dan pengelolaan fasilitas sepakbola.

Olahraga lebih khususnya sepakbola adalah persoalan kebudayaan. Tidak ada korelasi antara demokrasi dan politik dengan maju tidaknya sepakbola sebuah bangsa. China dan Korea Utara yang kita kenal memiliki pemerintahan yang terpimpin secara ideologi dan politik mampu membawa prestasi sepakbola mereka di pentas olimpiade maupun World Ccup. Begitu juga dengan Palestina dan Iraq yang negaranya dirundung perang puluhan tahun masih bisa menunjukkan prestasi luar biasa.

Jadi PSSI harus mulai meninggalkan opsi apakah PSSI harus dipimpin secara politik atau militer, sebab persoalannya tidak terletak di sana. Juga tidak terletak pada persoalan finansial semata. Dari segi jumlah penonton, jika digabungkan seluruh liga, penonton Indonesia bisa mencapai 12 juta penonton setiap musimnya, hampir menyamai jumlah penonton Bundesliga Jerman dan Premiere League Inggris yang mencapai 13 juta penonton. Begitu juga dengan penjualan hak siar  dan iklan, pendapatan dari sana bisa mencapai 360 juta US dollar setiap tahun. Jadi tidak ada alasan untuk tidak memiliki prestasi yang baik.

Jadi letak utamanya adalah pada kebudayaan olahraga dan sepakbola, lebih khusus lagi adalah budaya tanding. Budaya tanding tidak mungkin tumbuh di tengah budaya korupsi, budaya fitnah, dan budaya pesimistis yang ditunjukkan para elite politik. Atlet kita kehilangan budaya tanding karena tidak menemukan pijakan kuat mengapa mereka harus menang untuk Indonesia?

Dalam debat Capres, jelas sekali perilaku permisif terhadap korupsi dipertontonkan oleh Prabowo Subianto sebagai kandidat Presiden RI, belum lagi penggunaan kebohongan dalam kampanye pasangan Prabowo-Sandi. Jadi jangan pernah bermimpi prestasi apa pun dari olaharaga jika elite masih mempertontonkan budaya koruptif dan narasi kebohongan. Karena sekali lagi persoalan utama sepakbola Indonesia adalah hilangnya budaya tanding akibat korupsi dan narasi kebohongan yang secara vulgar dipertontonkan.

 Andi Saiful Haq

Juru Bicara PSI dan Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Selatan I
Source : https://psi.id/berita/2019/01/21/mau-pssi-berprestasi-tinggalkan-kebohongan-dan-korupsi/


0 komentar:

Apakah kita akan BUNGKAM menyaksikan kebohongan MERAJALELA ?




PIDATO AWAL TAHUN 2019

KETUA UMUM PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA

Assalamualaikum, Shalom, Om swastiastu, Namo Buddhaya, Wei Dei Dong Tian

Sampurasun, salam Solidaritas!

Kumaha Bandung, damang?

Selamat datang kepada Bro and Sis semua: para pengurus, anggota, dan simpatisan PSI, serta seluruh rakyat Indonesia yang menyaksikan Festival Sebelas melalui siaran langsung di sosial media dan TV Nasional.

Izinkan saya membuka awal 2019 dengan menyampaikan pidato yang saya beri judul “Politik Akal Sehat, Politik Kaum Muda”.

Bro and Sis yang saya hormati,

Ada gejala politik yang sangat mengkhawatirkan. Fenomena munculnya politik yang didirikan di atas PANGGUNG KEPALSUAN dan KEBOHONGAN, dengan narasi FITNAH dan PRASANGKA. Tontonan bernama: THE PRABOWO SHOW!

Saya ingin mengajak kita semua mengingat kembali — adegan demi adegan — kebohongan The Prabowo Show!

Juli 2018, Prabowo DUA KALI MELONTARKAN TUDUHAN TANPA DASAR. Ia menyebut selama lima tahun terakhir, kurang-lebih 50% rakyat Indonesia tambah miskin. FAKTANYA: Data BPS menunjukkan bahwa jumlah orang miskin pada Maret 2018 adalah 25,95 juta jiwa, atau 9,82 persen. JUMLAH ORANG MISKIN INDONESIA SAAT INI ADALAH YANG TERENDAH SEPANJANG SEJARAH INDONESIA MERDEKA!

Lalu Prabowo menyorot BUMN dengan menyatakan bahwa saham Pertamina sebagian sudah dijual diam-diam, bahwa Garuda, PLN, dan Perusahaan Gas Negara bangkrut, bahwa BRI banyak utang. FAKTANYA: nilai aset BUMN tiga tahun terakhir naik duaribu tujuhratus triliun rupiah dan tercatat bahwa laba BUMN keseluruhan meningkat terus setiap tahunnya!

September 2018, Calon Presiden Nomor 02 mengatakan, Indonesia terancam jadi negara miskin selamanya. FAKTANYA: Sejak 2003 kita sudah masuk NEGARA BERPENGHASILAN MENENGAH bahkan diproyeksikan akan menjadi negara berpenghasilan menengah atas pada 2024 nanti. Bukan lagi negara miskin!

Oktober 2018, Prabowo TIGA KALI BERBOHONG ketika mengatakan 99 persen rakyat Indonesia hidup pas-pasan, bahkan sangat sulit. FAKTANYA: limapuluh dua juta orang atau dua puluh dua persen penduduk Indonesia masuk golongan kelas menengah. Klaim Prabowo tersebut bahkan sudah dibantah oleh Bank Dunia sendiri!

Pada bulan Oktober pula, foto Ratna Sarumpaet dengan wajah penuh lebam beredar. Usai menjenguk, Prabowo menyatakan — yang menimpa Ratna Sarumpaet adalah bentuk intimidasi karena sikap politiknya.

Belakangan Ratna Sarumpaet — setelah polisi membeberkan fakta-fakta kasus ini — akhirnya mengaku DIBISIKI OLEH SETAN ENTAH DARIMANA, sehingga ia BERBOHONG, mengaku dipukuli. Bahwa faktanya: muka dia lebam karena OPERASI PLASTIK!

Lagi-lagi Prabowo melontarkan tuduhan palsu ketika menyebut bahwa INDEKS ketimpangan ekonomi Indonesia 0,454. FAKTANYA, per Maret 2018 gini ratio kita berada diangka 0,389.

Desember 2018, Prabowo menyebut Indonesia adalah negara miskin seperti Rwanda dan Haiti di Afrika. FAKTANYA: PDB Haiti dan Rwanda jauh dibawah kita. Ketimpangan dan pengangguran di sana juga jauh diatas Indonesia.

Satu hal pak Prabowo, Haiti terletak di benua Amerika. Entah kalau Pak Prabowo sudah memerintahkan tim pemenangan untuk memindahkannya ke Afrika!

Akhir 2018, Calon Presiden 02 membuat gaduh ketika melemparkan tuduhan beracun: bahwa selang cuci darah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dipakai hingga 40 kali. Tuduhan kosong, karena lagi-lagi tidak bisa dibuktikan!

Kebohongan demi kebohongan juga dilontarkan oleh Calon Wakil Presiden 02, SANDIAGA UNO, ketika ia menyebut bahwa tempe kini hanya berukuran setipis ATM, bahwa uang seratus ribu hanya cukup untuk membeli bawang dan cabe, bahwa harga nasi ayam di Jakarta lebih mahal ketimbang Singapura. Ada dua kemungkinan: Sandiaga tidak menguasasi data lapangan atau memang ia sengaja BERBOHONG.

Sandiaga juga mengatakan bahwa pemerintah seharusnya tidak berhutang untuk membangun infrastruktur. Sandiaga mengklaim perusahaannya tidak berhutang samasekali ketika membangun Tol Cipali. FAKTANYA: perusahaan Sandi berhutang pada konsorsium bank. Untuk yang ini, Sandiaga jelas BERBOHONG!

Saya heran, bagaimana tokoh politik dengan enteng menyebar kebohongan berkali-kali, dan samasekali tidak menyesal!

Saya ingin bertanya: Apakah kita mau dipimpin tokoh politik seperti itu?

Teori terkenal tentang PROPAGANDA menyebut bahwa KEBOHONGAN yang diucapkan terus menerus, lama-lama akan diterima sebagai sebuah KEBENARAN. Mungkin taktik inilah yang sedang dijalankan.

Hari ini kita mendengar kejutan lain. Pasangan 02 Prabowo-Sandi ingin mengubah visi dan misi sebagai kandidat. Bagi saya ini menakjubkan. Ibarat sebuah bus yang menjual tiket ke Bandung, lalu di tengah jalan, supir dan kondektur tiba-tiba mengumumkan kepada para penumpang “Mohon maaf ada sedikit perubahan, bus ini tidak jadi ke Bandung. Kita akan ke Bukittinggi”.

Bro and Sis yang saya cintai,

Ada ungkapan, jika kita membuka pintu dan jendela, tak hanya udara segar. Lalat dan nyamuk juga akan ikut masuk.

Itulah yang kita rasakan hari ini. Udara kebebasan kita dikotori oleh hoax, sumpek oleh SARA, akibat ulah para POLITISI yang menyebarkan kebohongan dan prasangka TANPA MALU-MALU!

TIDAK ADA ETIKA POLITIK SAMA SEKALI!!!

Ironisnya, mereka berlindung di balik kebebasan berpendapat. Padahal mereka sama sekali tidak percaya Demokrasi. Kita bersyukur bisa bicara bebas.

Dulu, pada masa Orde Baru — jangankan memfitnah apalagi menyebar kebencian — bahkan menyampaikan kebenaran pun, kita bisa DIPENJARA bahkan DICULIK!

Tapi kini mereka berkampanye akan mengembalikan Indonesia ke era Orde Baru. Mereka menggunakan hukum untuk memenjara orang lain dengan tuduhan menista kelompok. Perhatikanlah, betapa diantara mereka ada kelompok yang ingin membubarkan Indonesia dan menggantinya dengan faham lain yang bertentangan dengan konstitusi dan cita-cita pendiri Republik!

Mereka adalah para DEMAGOG yang sejatinya tidak pernah percaya bahwa manusia punya hak berbicara, bahwa orang tidak boleh dikurangi haknya dalam berkespresi dan berkeyakinan.

Bro and Sis semua,

Dihadapan fakta-fakta tadi, apakah kita harus DIAM?

Apakah kita akan BUNGKAM menyaksikan kebohongan MERAJALELA ?

Apakah PSI hanya akan duduk manis hingga demokrasi kita hancur?

Partai Solidaritas Indonesia percaya, obat terbaik melawan kebohongan dan hoax adalah dengan menyebarkan sebanyak mungkin KEBENARAN. Ruang sosial media tidak boleh jatuh ke tangan para PEMBOHONG, TUKANG FITNAH, dan PENYEBAR HOAX!

Itulah alasan kenapa PSI tidak akan pernah diam.

Itulah alasan kita mengolok-olok politisi yang gemar menyebar kebohongan dengan memberi mereka penghargaan.

Kita ingin memperlihatkan bahwa politik kotor akan selalu mendapatkan perlawanan dari kita kaum muda!

Bro and Sis di seluruh Indonesia,

Salah satu korban fitnah dan politisasi SARA, adalah Basuki Tjahaja Purnama, yang akan bebas dua pekan lagi.  Orang yang berjasa memajukan Jakarta, JUSTRU DIJEBLOSKAN KE PENJARA lewat politisasi SARA. Partai Solidaritas Indonesia adalah partai yang didirikan diatas semangat yang dihidupkan Basuki Tjahaja Purnama. Kepada Pak Ahok, saya dan teman-teman PSI mengucapkan selamat menghirup udara kebebasan. Kami anak-anak PSI akan selalu mendukung, mendoakan, dan terus menjaga api yang telah dinyalakan Basuki Tjahaja Purnama.

Bro and Sis yang saya banggakan,

Demokrasi akan bekerja maksimal ketika orang mempunyai informasi yang lengkap dan benar. Hoax, fitnah, dan politik kebohongan menghasilkan informasi yang bias, asimetris, dan menjauhkan orang dari akal sehat.

Jika akal sehat menjauh, maka masa depan kita dipastikan bakal suram. Dan kita anak-anak muda yang akan jatuh menjadi korban pertama.

Apakah ada masa depan jika Indonesia dipimpin oleh pembohong?

Apakah kita akan bisa bekerja dengan tenang jika isu SARA merajalela?

Bro and Sis yang akan berjuang menegakkan akal sehat,

Bandung adalah kota kreatif. Kota pelajar, tempat empat anak-anak muda terbaik menimba ilmu sambil bereksperimen dengan ide-ide kreatif yang kelak akan menjadi tren.

Tempat ini akan menjadi barometer pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia!

Saya bermimpi, suatu hari nanti PURE SATURDAY dan BURGERKILL digemari anak-anak muda London!

Saya bermimpi denim MISCHIEF akan tampil di Paris Fashion Week!

Saya bermimpi animasi anak-anak Bandung diputar di Netflix!

Dan semua mimpi itu sangat mungkin kita realisasikan!

Untuk mewujudkan itu, PSI menawarkan sejumlah langkah. Jika kelak diberi kepercayaan, partai ini akan memperjuangkan:

Pertama, meringankan pajak bagi kaum muda. Partai ini akan memperjuangkan penghapusan pajak penghasilan bagi para pekerja awal karir dan keluarga muda yang berpenghasilan dibawah Rp 15 juta. Anak-anak muda yang baru meniti karir dan keluarga muda perlu diberi kelonggaran agar mereka lebih semangat dalam bekerja.

Kedua, PSI akan memperjuangkan INTERNET GRATIS bagi pelajar dan mahasiswa untuk keperluan pendidikan. Partai ini akan mendorong agar pemerintah mennyediakan internet gratis di ruang publik seluruh Indonesia. Setiap desa harus menjadi Desa Digital, di mana warga bisa mengakses internet gratis di Alun-alun atau Kelurahan. PSI akan mendorong digitalisasi dunia pendidikan: membagikan tablet — untuk menggantikan fungsi buku — bagi para pelajar dan mahasiswa.

Ketiga, PSI ingin meningkatkan skill anak muda dengan memperjuangkan anggaran BEASISWA untuk SATU JUTA anak muda dalam bidang industri kreatif, agar Indonesia punya lebih banyak animator, video editor, game developer, dan berbagai jenis profesi pendukung ekonomi kreatif lainnya. Selain itu, PSI akan memperjuangkan alokasi dana BEASISWA untuk DUA JUTA kursus industri pariwisata — sektor yang dalam tahun-tahun ke depan akan berkembang dan menjadi penghasil devisa utama kita.

Keempat, PSI akan mendorong pengakuan atas profesi baru seperti Youtuber, Influencer, Gammer, dan lain-lain agar bisa dicantumkan dalam kolom profesi KTP. Pengakuan ini penting agar anak-anak muda yang menggeluti profesi baru ini bisa mengajukan kredit pinjaman ke bank untuk mengembangkan usahanya.

Kelima, PSI akan mendorong pembangunan SATU gedung kesenian, olahraga, dan bioskop di setiap Kabupaten/ Kota.

Itulah tawaran PSI untuk memajukan anak muda Indonesia.

Bro and Sis semua,

Kepada anak–anak muda yang mendengarkan pidato ini, saya mengajak anda bergabung dalam barisan AKAL SEHAT.

Mana Solidaritasmu?

Hoax? Lawan!

Politik SARA? Lawan!

Kebohongan? Lawan!

Salam Solidaritas!
Source : https://psi.id/berita/2019/01/11/politik-akal-sehat-politik-kaum-muda/

0 komentar:

Tegaskan Bukan Pendukung Jokowi, Sujiwo Tejo Tak Suka Publik Serang Jokowi Gara-gara Jan Ethes

Sujiwo Tejo menegaskan bahwa ia tidak mendukung pasangan calon manapun, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Meski begitu, ia mengaku tidak adil jika publik terus menyerang Jokowi lantaran sering membawa cucunya.

Menurut Sujiwo Tejo, hal yang dilakukan Jokowi adalah bentuk kewajaran.

Di mana setiap lelaki yang sudah memiliki cucu pasti akan menyayangi cucunya.



Sujiwo Tejo lantas membandingkannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Presiden ke-6 RI itu juga kerap membawa cucunya.

Tak hanya seorang presiden, bahkan teman-teman Sujiwo Tejo juga semuanya sayang kepada cucu.

Terlepas dari mana asal mereka.

Bahkan, kata Sujiwo Tejo, banyak juga yang bertengkar dengan anak hanya karena membela sang cucu.


"Aku bukan pendukung Pak Jokowi/siapa pun, tapi menurutku gak fair menyerangnya krn sering bawa2 cucu.



Lelaki mana pun pasti sayang cucu.

Pak SBY jg kerap bawa cucu.

Temen2ku laki dari kubu mana pun semua sayang cucu.

Bahkan kerap berantem dgn anak gara2 ngebela cucu.

This is life," cuit Sujiwo Tejo, Minggu (27/1/2019).



Kebersamaan Jokowi dan Jan Ethes

Orang nomor satu di Indonesia itu memang kerap mengajak cucu pertamanya, Jan Ethes Srinarendra.

Tingkah menggemaskan Jan Ethes justru menjadi sorotan publik.

Misalnya, saat Opening Ceremony Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/10/2018) lalu.

Sosok Jan Ethes menyedot perhatian publik yang menyaksikan pembukaan Asian Games 2018.



Bocah kecil itu duduk di antara Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Ia pun tampak antusias menyaksikan jalannya acara.


Saat Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbincang dengan cucu mereka, Jan Ethes pada Opening Ceremony Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).
Saat Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbincang dengan cucu mereka, Jan Ethes pada Opening Ceremony Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018). (Biro Pers Setpres/Laily Rachev)

Momen keakraban Jokowi dan cucunya juga terlihat ketika Jokowi memangku Jan Ethes, berbincang sambil menunjuk ke arah lapangan.
Begitu juga Jan Ethes yang sesekali menunjuk ke arah jalannya acara, seakan memberitahu hal yang menarik kepada Jokowi.


Jan Ethes, cucu Presiden Joko Widodo ketika menyaksikan Opening Ceremony Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).
Jan Ethes, cucu Presiden Joko Widodo ketika menyaksikan Opening Ceremony Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018). (Biro Pers Setpres/Laily Rachev)

Bukan hanya sekali itu, Jan Ethes juga ikut Jokowi dan Iriana saat menghadiri Apel Akbar Santri Nusantara di Benteng Vastenburg, Solo pada Sabtu (20/10/2018).
Anak Gibran Rakabuming itu pun membaur bersama ribuan orang yang hadir dalam acara tersebut.


Kebersamaan Jokowi dan Iriana dengan sang cucu, Jan Ethes pada acara Apel Akbar Santri Nusantara yang digelar di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/10/2018) malam.
Kebersamaan Jokowi dan Iriana dengan sang cucu, Jan Ethes pada acara Apel Akbar Santri Nusantara yang digelar di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/10/2018) malam. (Instagram/jokowi)

(TribunSolo.com/Rohmana Kurniandari)

Source : http://solo.tribunnews.com/2019/01/28/tegaskan-bukan-pendukung-jokowi-sujiwo-tejo-tak-suka-publik-serang-jokowi-gara-gara-jan-ethes?page=3



0 komentar:

Pernyataan Prabowo dalam Debat Menyesatkan Publik

Pernyataan Prabowo dalam Debat Menyesatkan Publik
KETUA Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengkritisi pernyataan Prabowo dalam debat Pilpres 2019 yang berlangsung kemarin di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1).
Menurutnya beberapa paparan yang disampaikan paslon nomor 02 tersebut menunjukkan kegamblangan, misalnya Prabowo, yang mengaku membanggakan diri sebagai calon presiden dengan dukungan tinggi 'emak-emak', tidak sensitif dengan isu-isu keperempuanan. 
Gerindra yang telah aktif di panggung politik Indonesia selama 10 tahun terakhir belum memberikan kesempatan pada perempuan untuk menduduki posisi-posisi strategis di partai. 
Hal ini mencerminkan isu glass ceiling yang dihadapi kaum perempuan di seluruh dunia: begitu banyak perempuan dengan kemampuan dan kecakapan besar tidak mencapai posisi terdepan di bidang yang mereka pilih karena terhalang organisasi yang berkutat dengan lelaki saja. 
Hal ini kontras dengan pemerintahan Jokowi yang terlihat memiliki komitmen terhadap perempuan dengan memberikan kesempatan representasi secara signifikan dalam kabinet Jokowi.
"Beberapa paparan yang disampaikan Pak Prabowo maupun pasanganya Pak Sandiago Uno dalam debat kemarin tidak masuk akal," ujar Diaz Hendropriyono dalam keterangan resminya, Jumat (18/1).
Contohnya menyiratkan bahwa menaikkan gaji birokrat berarti sama dengan menghilangkan korupsi adalah hal yang menyesatkan. Kenaikan gaji tidak berbanding lurus dengan hilangnya korupsi. 
"Kita ambil contoh Singapura dan Denmark. Denmark merupakan negara dengan indeks korupsi terkecil berdasarkan data Transparency International, sedangkan Singapura ada di peringkat ke 7. Namun, gaji dari pemimpin birokrasi (kepala pemerintahan) di Singapura justru jauh lebih besar daripada Denmark," katanya.
"Gaji merupakan elemen penting dalam pemberantasan korupsi, namun tetap harus diikuti dengan kontrol demokratis dengan peningkatan transparansi pemerintahan, perbaikan sistem manajemen pemerintahan, dan individu-individu yang memiliki integritas, yang mana hal ini telah dilakukan Jokowi," ujarnya lebih lanjut.
Selain itu ia menyinggung pendapat Prabowo yang mengatakan bahwa Jawa Tengah lebih besar daripada Malaysia sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Malaysia memiliki luas 10x lipat dibandingkan Jawa Tengah (329.847 km2 vs. 32.554 km2).
"Kualitas pemimpin yang baik tidak akan menyesatkan dengan data yang asal-asalan. Apa yah benar Jawa Tengah lebih besar daripada Malaysia? Saya yakin masyarakat kita sudah cerdas menentukan mana pemimpin yang layak mengacu debat pertama kemarin," pungkasnya. (OL-3)
Source : http://mediaindonesia.com/read/detail/211417-pernyataan-prabowo-dalam-debat-menyesatkan-publik

0 komentar:

Pembubaran HTI adalah langkah berani Jokowik,jangan biarkan dia berjalan sendiri




0 komentar:

Solidarity Tour PSI, Melawan Kebohongan dan Memenangkan Jokowi


Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Solidarity Tour di 6 kota di Jawa Barat mulai 12 Januari sampai 17 Januari 2019. Sebelumnya, pada 11 Januari, PSI akan menyelenggarakan Festival 11 di Bandung.

Ketua Panitia Solidarity Tour, Sumardy, mengatakan safari PSI ini mengusung misi untuk menepis hoax yang selama ini dialamatkan kepada Presiden Jokowi dan PSI.

“Tujuannya untuk melawan kebohongan pihak-pihak tertentu dan memenangkan Pak Jokowi. Jadi kami akan blusukan untuk memperkenalkan program-program PSI, sembari menjelaskan kerja-kerja nyata Pak Jokowi,” kata Sumardy dalam konferensi pers di Basecamp DPP PSI, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis 10 Januari 2019.

Tak seperti kebanyakan partai yang tampil elitis dan eksklusif, PSI justru membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat.

Menurut Sumardy, “Dengan berkunjung langsung, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami dan tidak terjebak dalam berita bohong atau hoax yang selama ini menimpa calon presiden yang diusung PSI, Pak Jokowi, dan menimpa PSI sendiri.”

Solidarity Tour di Jawa Barat merupakan rangkaian pertama dalam tur Jawa dan Bali yang rencananya digelar hingga menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019. Kota-kota di Jawa Barat yang akan dikunjungi adalah Padalarang, Cirebon, Garut, Purwakarta, Sukabumi, dan Bogor.

Dalam Solidarity Tour, PSI akan menggunakan bus yang eksteriornya sudah dimodifikasi, dengan wajah Jokowi dan Grace Natalie terpampang.

Selain itu, dalam Solidarity Tour, PSI akan membuka 5 kelas pelatihan bagi kalangan millennial di kota-kota tersebut, dengan menghadirkan para ahli di bidang masing-masing sebagai pembicara.

“Ada pelatihan membangun perusahaan start up, kelas digital marketing, juga kelas menulis kreatif, kelas make up, dan kelas mobile-phone photography,” ungkap Sumardy.

Terkait Festival 11, pada kesempatan yang sama, juru bicara PSI, Andy Budiman mengatakan, “Bandung dipilih karena merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia, dikenal sebagai Kota Kreatif. Banyak anak muda, seniman, dan kelompok kreatif lahir dari Bandung. Kang Ridwan Kamil yang dulu Wali Kota Bandung juga salah seorang tokoh kreatif Indonesia,” ujar Andy.

Pemilihan Bandung untuk Festival 11 pertama di 2019 ini tak terlepas dari komitmen PSI sebagai partai politik yang akan merangkul kaum muda dan memekarkan potensi-potensi mereka.

“Dalam Festival 11 di Bandung ini, kami ingin menyapa anak-anak muda Indonesia. Di pidato awal tahun 2019 Ketua Umum PSI Grace Natalie, yang merupakan inti Festival 11, akan disampaikan tawaran PSI untuk anak-anak muda Indonesia, apa yang hendak PSI lakukan untuk memaksimalkan potensi anak-anak muda kita,” lanjut Caleg DPR RI dari Dapil Jawa Timur I tersebut.

Selain itu, pidato politik Grace Natalie juga akan menyinggung sejumlah persoalan kebangsaan yang penting dan mendesak diselesaikan,

“Kami akan terus mengartikulasikan hal-hal yang mungkin bagi kalangan politisi lama dianggap tabu. Tapi bagi kami itu harus dibicarakan karena menjadi persoalan penting bagi Indonesia,” tutur Andy.

Source : https://psi.id/berita/2019/01/10/solidarity-tour-psi-melawan-kebohongan-dan-memenangkan-jokowi/

Source : https://psi.id/berita/2019/01/10/solidarity-tour-psi-melawan-kebohongan-dan-memenangkan-jokowi/

0 komentar:

PSI adalah Mimpi Kaum Muda yang Dijaga Restu Ibu Pertiwi


Pidato Ketua Umum DPP PSI dalam acara KOPDAR DPW-PSI Se-Indonesia
Dalam Rangka Verifikasi Internal Kesiapan PSI Menuju Pemilu 2019
28 Mei 2016
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Tanggal 16 November tahun yang lalu, tepatnya di Jakarta Convention Center saya pernah menyatakan bahwa “mimpi yang akan menjadi kenyataan adalah mimpi kaum muda yang percaya pada kekuatan dari dalam dirinya sendiri.” Bro dan Sis mimpi  hanya bisa menjadi kenyataan jika mimpi itu dipupuk oleh keringat, disemai dengan kesungguhan dan ditegaskan lewat kerja keras. Yang lebih penting adalah bahwa mimpi yang bisa tumbuh dan terwujud adalah mimpi yang perjalanannya dituntun dan dikuatkan oleh restu Ibu Pertiwi.
Bro dan Sis, mimpi yang terus berulang setiap malam, adalah mimpi yang akan menjadi penjaga disaat kita lelap tertidur. Juga merupakan mimpi yang menjadi pengingat  betapa mimpi yang paling indah sekalipun tetap akan jadi mimpi, jika kita tidak segera bangkit dipagi hari, bergegas memperbaiki kekurangan hari sebelumnya, lalu menuntaskan apa yang harusnya selesai sebelum matahari terbenam.
Mimpi kita adalah mimpi yang dititipkan oleh jutaan anak muda dan perempuan Indonesia. Mimpi itu yang kita nyatakan sebagai sebuah ikrar dengan nama ‘Pekik Solidaritas dari Jakarta.” Janji kita kepada seluruh Anak Muda dan Perempuan Indonesia, bahwa jika kekuasaan begitu angkuh dan begitu pongah untuk merunduk, untuk sekedar menanyakan kepada kita orang muda dan perempuan, apa sebenarnya yang kita inginkan dan apa sikap kita terhadap masa depan bangsa ini.
Bro dan Sis yang saya banggakan,
16 November tahun yang lalu, kita sedikit gugup dan grogi, ya pasti, karena sebagai anak muda rasanya  sangat mudah kita melepas sebuah ikrar. Padahal saat itu kita semua tahu, sebagai bayi politik, tidak seorangpun dari kita yang ppunya pengalaman meloloskan Partai Politik dari nol hingga menjadi kontestan Pemilu. Tapi kita selalu yakin, kita yakin karena kita tidak pernah sendiri, percaya karena ternyata Pekik Solidaritas dari Jakarta itu gemanya disambut gembira oleh segenap anak muda dan perempuan di seluruh Indonesia.
Juga karena kita dibalut dalam sebuah persaudaraan yang kuat utuh dalam solidaritas. Bisa dibayangkan, jika saja kader PSI tidak berpegang pada keteguhan mimpinya, jika gerakan PSI tidak dibangun diatas pondasi ketulusan niat dan kesungguhan kerja, tentulah hari ini kita semua sudah menjadi pecundang dalam sejarah, dan tidak seorangpun pecundang yang akan kembali ke Jakarta untuk memenuhi janjinya.
Bro dan Sis, pekerjaan membangun partai tidak mudah, menjadi semakin tidak gampang ketika harus menghadapi fakta geografis bahwa gugusan teritori kepulauan Indonesia ini membentang sedemikian panjang dan luas, bahkan beberapa diantaranya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang kuda. Tapi bukankah janji tetaplah janji, bukan saatnya berapologi tentang kesulitan, halangan dan rintangan yang menghadang. Sebab itu sama saja dengan kepengecutan. Bro dan Sis tidak pernah ada tempat bagi pengecut di PSI ini bukan?
Hadirin sekalian yang terhormat,
Kader PSI bukanlah anak muda yang suka ingkar, berjanji lalu lupa. Saya bisa jamin, tidak satupun dari dari kader PSI yang punya niat untuk lari dari gelanggang. Tidak satupun dari kader PSI yang tidak menggulung lengan bajunya ketika persoalan terus menerus datang untuk menguji keberanian dan kesungguhan. Bagi PSI itu sudah menjadi satu nafas antara organisasi, cita-cita dan kerja perjuangan politik PSI.
Itu karena struktur PSI dibangun oleh anak-anak muda yang sadar, mengerti bahwa inilah saat dimana kata ‘Solidaritas’ harus diuji sebagai sebuah gagasan politik anak muda. Inilah waktunya melatih diri, menjadi pribadi yang konsekuen, ulet dan tabah dalam menghadapi persoalan. Ini adalah saat dimana kita harus melatih  diri untuk menjadi Politisi Baru. Politisi yang Pikiran, Niat, Perkataan dan Tindakannya berada dalam satu lintasan garis lurus.
Bro dan Sis yang telah kembali berkumpul di Jakarta,
Hari ini kita berkumpul kembali untuk menepati janji, hadir untuk memeriksa dan menguji kembali, apakah tujuan kita masih tujuan yang sama seperti yang kita janjikan pada 16 November yang lalu. Kita hadir kembali untuk merajut dan meneguhkan kembali niat awal membangun PSI sehingga kemurnia cita-cita tetap berada dalam orbit kebajikan. Bro dan Sis hadir dari 34 Provinsi agar Dewan Pimpinan Pusat PSI bisa menagih langsung komitmen moral dan adminitrasi yang sudah Bro dan Sis janjikan.
Kehadiran Bro dan Sis, tentu tidak adil jika hanya memenuhi janji, tapi Bro dan Sis hadir juga untuk mengkonfirmasi langsung kepada DPP PSI, apakah Grace, Toni, Isyana, Novarini, Lila,  Mayang, Danik, Chandra dan Bro Sumardy, yang dulu memasang senyum termanisnya ketika mengajak Bro dan Sis semua bergabung ke PSI.  Masih didalam frekuensi dan resonansi politik yang sama dengan sebelumnya? Apakah Grace Natalie yang dulu dipercaya sebagai Ketua Umum, masih merupakan pribadi yang sama dan utuh sebagaimana Grace yang saat ini berdiri dihadapan Bro dan Sis?
Bro dan Sis kita sudah menyatakan, bahwa PSI adalah partai yang egaliter kita semua setara di PSI. Bro dan Sis datang jauh-jauh dari seluruh pelosok tanah air, pastikan apakah DPP telah menjalankan tugas dan porsi kerja yang dibebankan kepadanya atau malah sekarang mulai mencoba ikut-ikutan terjerumus menjadi ELIT PUSAT BARU yang memperlakukan Pengurus Wilayahnya tidak lebih dari selembar kertas suara yang hanya berharga saat voting terjadi. Lalu diakhir cerita membuat PSI terjerembab didalam kubangan politik yang sama dengan pendahulunya.  Sekali lagi, Pastikan Bro dan Sis, jangan pulang sebelum kita saling memastikan dan saling memeriksa barisan kita.
Hadirin, Bro dan Sis yang saya muliakan,
Hari ini, sudah enam bulan berlalu, tanpa terasa kita telah berada ditapal batas antara mimpi dan kenyataan. Ijinkan saya sebagai Ketua Umum PSI menyampaikan rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kader PSI terutama yang berada di 7000 lebih Kecamatan seluruh Indonesia. Juga kepada seluruh pengurus PSI di 570 Kabupaten/kota dan tentu yang hadir disini Pengurus PSI dari 34 Provinsi. Sungguh mimpi besar ini, mimpi membawa gelombang kesadaran baru, kegembiraan politik baru, mimpi besar itu, tidak lama lagi akan menjadi kenyataan.
Mimpi Indonesia masa depan yang dititipkan oleh anak muda dan perempuan seluruh Indonesia kini sudah kita siapkan dengan rapih dan dalam waktu dekat akan kita antarkan ke Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Bro dan Sis kita bukan hanya sekedar mendaftarkan tumpukan kertas dan dokumen, tapi lebih besar lagi adalah kita mengantarkan sebuah dokumen sejarah yang akan dicatat dalam lembaran Negara, bahwa pernah ada masa dimana sebuah partai politik baru didirikan ditengah hampir semua orang telah muak dengan kata partai politik. Karena kita percaya, intan tetaplah dengan kemuliaannya meski dia terbenam berabad lamanya dalam kubangan lumpur.
Bro dan Sis, seluruh anak muda dan perempuan Indonesia.
Sekali lagi kepada kalian PSI persembahkan kerja keras ini. Kabarkan pada segenap generasi muda dan perempuan bangsa ini, bahwa PSI sudah siap sebagai gerakan politik untuk memenangkan cita-cita mereka. Kabarkan pada bangsa ini, bahwa PSI bukanlah sekelompok anak muda cengeng yang hanya bisa menunggu dan merengek kekuasaan jatuh dari langit. Kita juga bukanlah perempuan yang hanya bisa ameratap dan meringkuk sementara seluruh kekuasaan dan kekerasan dijatuhkan diatas tubuh yang kehilangan kedaulatan.
Ini niat Bro dan Sis, ini prinsip, ini perjuangan, ini darah, ini janji kita Bro and Sis sekalian. Bahwa PSI hadir untuk anak muda yang selama ini dianggap apatis terhadap politik, PSI datang untuk mengabarkan kepada perempuan Indonesia, berhenti berharap afirmasi 30% bisa dipenuhi dengan sistem yang ada hari ini. Ayo ini PSI, yang meski tidak memiliki darah biru politik, meski tidak memiliki kecerdasan membolak-balik kata, tapi PSI serius dan sangat serius untuk menentukan nasib kita sendiri. Sebagaimana the founding fathers kita percaya bahwa hanya dengan kekuatan sendiri, maka pintu gerbang kemerdekaan Indonesia bisa kita dirikan.
Bro dan Sis yang saya banggakan,
Tugas kita, tugas PSI, tugas seluruh anak muda dan perempuan Indonesia untuk membangun rumah Indonesia masa depan. Gerbang sudah dibangun, jembatan emas sudah terbentang, kini rumah yang hampir saja dirobohkan oleh korupsi dan intoleransi ini harus segera kita pugar. Salah satu yang bisa memugar dan mengembalikan kebahagiaan rakyat Indonesia adalah dengan menghadirkan kembali pengurus rumah yang becus dan terpecaya. Kekuasaan atas pengaturan rumah harus berada ditangan partai politik yang bersih dan terpercaya.
Sebuah partai yang harus memiliki kemampuan manajemen dan inovasi yang terkemuka dan transparan. PSI hadir untuk tugas itu Bro dan Sis, PSI menolak untuk berada dalam antrian yang dibangun dalam sebuah sistem yang korup. Karena PSI sangat percaya bahwa kekuasaan bukanlah musim yang ditunggu atau tidak pasti akan datang seiring bergantinya waktu. Kita meyakini bahwa politik bukanlah barang warisan turun temurun yang hanya dikuasai segelintir orang berdasarkan kekerabatan dan hubungan darah, lalu karenanya politik bisa diwariskan dan dibagi berdasarkan wasiat dan kemurahan hati.
Kekuasaan bukanlah sebuah hadiah yang mengharuskan kita menengadahkan tangan menunggu kebaikan hati generasi sebelumnya, lalu melewatkan banyak kesempatan dalam kepura-puraan demi memastikan kemapanan hidup dimasa mendatang. PSI sekali lagi tidak dibangun untuk menjadi seperti itu, PSI hadir bahkan untuk menolak dan melawan logika kusut seperti itu. PSI memang merah, PSI adalah sebuah cerita baru. Bunga mawar PSI tumbuh bersama sejarah dan restu alam. Meski tidak diberi air, meski lahan tumbuhnya dihimpit, meski benihnya dibenturkan dengan karang yang keras, sekuntum mawar yang telah ditakdirkan tumbuh, akan tetap tumbuh. Karena Mawar PSI tidak tumbuh  dan mekar untuk kebahagiaan dan harapan baru, bagi mereka yang masih berani bermimpi tentang kemajuan, kesejatian dan kemurnian hidup bersama sebagai satu bangsa.
Bro dan Sis, beberapa hari ke depan ketika PSI secara resmi akan kita daftarkan, inilah hari yang dijanjikan, hari dimana Trilogi PSI: Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman dan Mengukuhkan Solidaritas,  bukan lagi hanya sekedar slogan kosong, bukan  juga jargon yang tercetak diatas spanduk dan kaos. Hari itu Trilogi PSI akan menjadi sebentuk tuntutan, cita-cita, kenyataan dan gerakan politik baru yang diarak diatas bahu jutaan generasi baru. Generasi Milenial, generasi yang tidak dihendaki tumbuh,  generasi yang hampir saja kehilangan masa depannya karena kemajuan teknologi berlari terlalu kencang, sementara pembangunan demokrasi berjalan lamban dan tersendat.
Bro dan Sis dan rakyat Indonesia yang kami banggakan!
PSI adalah partai milenial, partai dengan cerita baru, Bahasa baru, alat poltik baru. PSI hadir sebagai kendaraan kekinian, yang kompatibel dengan kemajuan jaman, signalnya kuat hingga mampu menggapai seluruh anak bangsa, dan kecepatan gerak PSI haruslah mampu melesatkan bangsa ini ke masa depan yang lebih baik. Meninggalkan kubangan politik yang menjerat kaki-kaki kemajuan, partai yang menolak nalar yang masih terperangkap dalam logika perang dingin, perang suku, perang agama. Bagi PSI kebahagiaan, kedaulatan, kemerdekaan, kesetaraan adalah hal yang lebih penting untuk diperdebatkan dan dikerjakan.
Kita menolak kaki kita ditarik oleh sejarah masa lalu, kita adalah generasi melek baca, kita adalah generasi yang mampu bersikap obyektif dengan perbedaan, bahkan kami terbiasa hidup dalam perbedaan yang ekstrim. Tapi PSI adalah generasi yang menolak ketika kekerasan dan senjata dijadikan Jalan keluar. Kami adalah generasi yang bisa Move On, jangan paksa kami percaya pada narasi lama yang diceritakan dengan cara yang sama dengan yang dulu. Karena gadget dalam genggaman kami, meski kecil tapi menyajikan kebenaran dan kekeliruaan dengan cara yang mudah dipahami.
Bro dan Sis, Rakyat Indonesia yang saya cintai!
Kami mohonkan restu bagi perjuangan kami, dukung kami dengan kritik yang paling keras, bantu kami dengan restu pada anak-anak kalian. Percayalah kami tidak ingin kekuasaan yang berada dimenara gading, kami mungkin tidak akan bisa memberikan sembako yang banyak, kami tidak bisa memainkan politik uang, tidak mampu untuk menyapa kalian melalui iklan di Koran, Televisi atau Spanduk yang bertebaran. PSI datang untuk mengetuk hati rakyat Indonesia, yang kami mohonkan hanya restu, selebihnya biarkan kami urus dengan kekuatan kami sendiri.
Bro dan Sis, demikian saya akhiri pidato politik ini, dengan segala kerendahan hati kami mohonkan doa dan Bersama PSI kita bangun masa depan kita sendiri, Masa depan Anak Muda Kreatif, Masa depan Perempuan yang setara dengan laki-laki, masa depan Indonesia Merdeka!
PSI: Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman, Mengukuhkan Solidaritas
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

https://psi.id/berita/2016/05/29/psi-adalah-mimpi-kaum-muda-yang-dijaga-restu-ibu-pertiwi/

0 komentar:

“Kalau Bosan dengan Kebohongan, Kami Adalah Alternatif”



Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjawab pro dan kontra atas penyerahan “Kebohongan Award Awal 2019” untuk Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief.

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, mengatakan “Kebohongan Award” merupakan gaya komunikasi dari sebuah partai politik yang tak terbebani masa lalu dan bisa diharapkan menjadi kekuatan baru di Pemilu 2019 nanti.

“Kami partai anak muda yang tidak memiliki beban masa lalu, kami bisa berkomunikasi lebih lugas, lebih ceplas-ceplos karena kami punya otensitas. Jadi kepada publik di luar sana yang jengah atau bosan dengan cara berpolitik Partai Gerindra dan PKS yang selalu menggunakan isu-isu kebohongan dan isu-isu agama, termasuk tentunya di dalamnya ada Partai Demokrat dan PAN, maka pada April nanti PSI akan jadi partai alternatif yang akan menjadi kekuatan kredibel,” tegas Toni di Kantor DPP PSI, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019.

Disambung oleh Dara Adinda Nasution, Jubis PSI dan juga Caleg DPR RI dari Dapil Sumatera Utara III, dirinya mengatakan apa yang dilakukan partainya sebagai wujud kampanye kreatif. “Kalau dibilang bahwa Kebohongan Award ini adalah sesuai tindakan yang alay gitu ya, kami di PSI sangat tidak setuju karena bentuk protes ini adalah bentuk nonviolent resistence yaitu bentuk protes simbolik untuk mengubah kondisi sosial dan politik lewat cara-cara non kekerasan,” katanya.

Menanggapi tudingan gerakan politik alay dan menyebut upaya membalas PSI dengan memberikan penghargaan “Partai Teralay” oleh sejumlah partai politik, Dara menyebutnya sebagai langkah menjilat ludah sendiri.

“Kalau ada juga yang ingin memberikan award kepada kami sebagai partai teralay dari kubu sebelah, kami sih heran dari awal kami disebut melakukan tindakan alay. Kenapa mereka mau ikut-ikutan jadi alay juga begitu? Jadikan seperti menjilat ludah sendiri,” kata Dara.

Pada kesempatan yang sama pula, politisi PSI, Mohamad Guntur Romli, tak ketinggalan menyoroti langkah hukum yang bakal diambil oleh Aliansi Cinta Tanah Air (ACTA), yang melaporkan PSI ke kepolisian. Menurutnya, laporan ACTA lebih pada bentuk ungkapan “maling teriak maling” karena tanpa alasan yang jelas.

“Laporan itu bagi kami merupakan cerminan maling teriak maling, karena apa yang kami berikan sebagai Kebohongan Award itu adalah berdasarkan fakta. Itu merupakan laporan sampah karena tidak berdasarkan argumentasi dan fakta,” lanjut Guntur.

Ia juga merespons sikap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, yang berencana menggeruduk rumahnya dan menuding Andi Arief mengadopsi cara-cara Tim Mawar, salah satu tim dalam pasukan elite Kopassus yang ditugaskan untuk menculik para aktivis reformis di tahun 1998.

“Terkait Andi Arief yang katanya mau melaporkan saya, bahkan mau menggeruduk rumah saya, ini menunjukkan bahwa kubu sebelah sudah ingin menggunakan cara-cara premanisme” ujarnya

“Andi Arief menggunakan cara-cara Tim Mawar yang pada tahun 1998 menculik para aktivis, termasuk dia sendiri (Andi Arief juga diculik) dan kita tahu bahwa sekarang Andi Arief itu berkoalisi dengan mereka yang masuk dalam jaringan Tim Mawar,” pungkas aktivis NU itu.

Tak hanya Caleg dan Jubir PSI, Albert Aries, dari Jaringan Advokasi Rakyat Partai Solidaritas Indonesia (Jangkar Solidaritas) juga ikut menyumbang pandangan. Albert justru mempertanyakan langkah hukum yang akan diambil oleh ACTA. “Yang jadi pertanyaan utama di siang hari ini, ini termasuk laporan atau pengaduan? Karena konsekuensi dari kedua hal ini sangat berbeda dari sisi hukum.”

Lebih jauh lagi, ia mengungkapkan, upaya hukum ACTA bisa saja gugur lantaran kebohongan award oleh PSI demi kepentingan umum untuk menghadirkan Pemilu yang bebas dari hoax. Menurut Albert, “Bila asumsinya laporan atau pengaduan ini adalah pencemaran nama baik, atau penghinaan, maka terdapat 2 alasan menghapus (laporan) pidana dari suatu pencemaran nama baik, yang pertama adalah kalau dilakukan dalam konteks membela diri, yang kedua adalah untuk kepentingan umum.”

“Kalau benar apa yang dilakukan oleh kawan-kawan PSI ini adalah bagian dari membela diri atau kepentingan umum untuk Pemilu yang jujur, silakan terjemahkan sendiri…” ujar Albert.

Yurgen Alifia, Jubir dan Caleg PSI, punya pandangan sendiri. Baginya, media perlu membatasi manuver politik orang-orang yang sudah terbukti menebar berita palsu atau hoax. “Mungkin teman-teman pers bisa mempertimbangkan untuk tidak memberikan banyak ruang buat orang-orang yang sudah terbukti menyebar hoax,” kata Yurgen.




https://psi.id/berita/2019/01/07/kalau-bosan-dengan-kebohongan-kami-adalah-alternatif/

0 komentar:

Popular Post

Contact

Powered by Kristian Thomas.