Politik Tak Beretika, Jokowi: Politik Genderuwo

Kristian Thomas         No comments
Presiden Jokowi ternyata punya istilah khusus untuk menggambarkan praktik politik yang tidak beretika. Ia menyebutnya sebagai politik genderuwo.
Hal itu Presiden Jokowi sampaikan usai meresmikan jalan tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang di Kabupaten Tegal, Sabtu (9/11). Ia singgung soal kesantunan yang dirasa telah menghilang dari sejumlah perilaku berpolitik.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu melihat bahwa sekarang ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat, namun cenderung mengabaikan etika dan keberadaban.
“Coba kita lihat politik dengan propadanda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat digiring untuk ke sana. Yang ketiga, masyarakat jadi ragu-ragu,” beber Jokowi.
“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti,” simpulnya.
Presiden pun berharap agar cara-cara berpolitik demikian itu segera ditanggalkan. Sudah selayaknya bagi masyarakat untuk memperoleh contoh politik yang baik dan menghadirkan kegembiraan pesta demokrasi di negara ini.
“Kita harus mengarahkan kematangan dan kedewasaan berpolitik dengan cara-cara santun. Oleh sebab itu, sering saya sampaikan: hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran; hijrah dari pesimisme kepada optimism; hijrah dari kegaduhan ke kerukunan dan persatuan,” harap Presiden.
Source : https://nalarpolitik.com/politik-tak-beretika-jokowi-politik-genderuwo/

Published by Kristian Thomas

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim venenatis fermentum mollis. Duis vulputate elit in elit. Si vous n'avez pas eu la chance de prendre dans tous.
Follow us Google+.

0 komentar:

Popular Post

Contact

Powered by Kristian Thomas.