Ma'arif Institute Soal Perda Agama: Kita Sudah Konsisten pada Pancasila

Kristian Thomas         No comments

Ilustrasi Pancasila. ©2016 Merdeka.com

Direktur Eksekutif Ma'arif Institute Muhammad Abdullah Darraz menilai, langkah hukum yang diambil Eggy Sudjana tidak perlu dilakukan. Pasalnya caleg dari PAN itu melaporkan Ketum PSI Grace Natalie ke Bareskrim Polri karena dianggap sebagai penista agama.

Sebelumnya, Grace mengatakan partainya menolak Perda Injil dan Syari'ah karena hukum di Indonesia mesti universal berlaku untuk semua agama, tidak parsial.
"Enggak perlu enggak penting dilakukan kalau kita sudah konsisten pada Pancasila," katanya saat dihubungi, Jumat (16/11).
Darraz mengungkapkan, Perda Syariah dan Perda Injil tersebut merupakan kecenderungan dari politik identitas. Dan ini bisa saja menjadi pemantik dari perpecahan di masyarakat nantinya.
Dia mengingatkan, bapak bangsa menyadari jika masyarakat di Indonesia beragama. Untuk itu, pada sila pertama mereka memasukkan unsur tersebut secara global, Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Pendiri bangsa kita juga enggak mau itu (menonjolkan ego). Mereka memaklumi kita ini beragama. Agama itu dirangkul," jelasnya.
Darraz mengharapkan, Perda Syariah maupun Perda Injil tidak terealisasi nantinya. Sebab, dia khawatir, nantinya keberadaan aturan tersebut menyebabkan perpecahan di masyarakat.
"Adanya perda itu (Syariah dan Injil) malah menonjolkan egoisme masing masing agama, walaupun saya yakin masing masing agama mengajukan itu. Tapi Perda itu bisa jadi cikal bakal perpecahan. Mari kembali ke Pancasila," tutupnya. [fik]
https://www.merdeka.com/peristiwa/maarif-institute-soal-perda-agama-kita-sudah-konsisten-pada-pancasila.html




Published by Kristian Thomas

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim venenatis fermentum mollis. Duis vulputate elit in elit. Si vous n'avez pas eu la chance de prendre dans tous.
Follow us Google+.

0 komentar:

Popular Post

Contact

Powered by Kristian Thomas.